Sunday, May 29, 2016

Mereka Melakukan dengan Caranya

Luar biasa tim SYGMA!

Dengan kegigihannya, mereka telah membuktikan cinta kepada Rasulullah dengan caranya.

Alhamdulillah, hari ini mendapat tiket undangan dari salah satu membernya, untuk bisa menikmati pagelaran yang mereka persembahkan.

Rentetan peristiwa yang dilalui oleh Rasulullah Saw. dengan para sahabatnya, diceritakan dengan diperkuat aksi treatikal dan lagu-lagu yang membawa kita pada situasi cerita.

Walaupun tidak terbawa dengan sempurna, setidaknya episode-episode yang disampaikan telah mengingatkan kembali siroh yang pernah lebih dari sekali dibaca dari karya yang berbeda.

Tujuan dari semua yang mereka lakukan adalah mengajak kita untuk menunaikan amanat sebagai orang tua, mengajarkan cinta kepada Rasulullah Saw. dengan ma'rifaturrasul (mengenal Rasul) disamping amanah ma'rifatullah (mengenal Allah) kepada anak-anak kita.

Kemajuan teknologi melahirkn kreativitas manusia menghadirkan berbagi sarana, salah satunya buku-buku tentang Rasulullah Saw. yang menarik dan berkualitas yang diproduksi oleh penerbit SIGMA  Walaupun itu bukan satu-satunya sarana, tapi bagi yang mempunyai anggaran, sangat dianjurkan memilikinya.

Closing dari acara ini adalah, komitmen keluarga muslim untuk menjadi keluarga pecinta Rasulullah Saw.

Mari menjdi bagian darinya, dengan cara dan kemampuan yang ada.

Friday, May 27, 2016

Memandang Gunung

Gunung, jika dilihat dari sisi yang berbeda akan menghadirkan keindahan yang tidak sama.

Mengapa?

Karena banyak hal lain yang mengitarinya, baik di punggung atau di kakinya.

Mungkin seperti itulah saat kita memandang gunung masalah kehidupan.

Pandai-pandai mencari sudut pandang agar setiap permasalahan itu menyuguhkan keindahan yang dapat kita nikmati sebagai teman mencari solusi pemecahnnya.

Thursday, May 26, 2016

Lampung-Jogja-Lampung

7 hari lebih 5 jam!

Keluar dari rumah hari Kamis, 19 Mei 2016 dan sampai kembali Kamis, 26 Mei 2016 pukul 19.00.

Ini waktu terlama meninggalkan keluarga, pergi seorang diri.

Mengapa begitu nekad?

Banyak alasan perjalanan ini dilakukan, walaupun dalam kondisi kurang sehat saat berangkat.

1. Ini kesempatan ke empat ujian kompetensi yang selalu tertunda dengan berbagai alasan. Menunggu ujikom akupunktur di Lampung bisa dibilang bagai pungguk merindu bulan. Sudah lima tahun dari lulus kursus, kesempatan itu tidak juga datang. Bukan mudah memang menyelenggarakan ujikom, itu sebabnya peserta ujian berasal dari beberapa daerah. Waktu ujian sudah ditentukan, pendaftaran via online dan seluruh persyaratannya sudah dipenuhi. Ujian tanggal 24 Mei, sebenarnya bisa berangkat tanggal 21 atau 22, tapi mengingat kondisi badan selama ini, maka persiapannya harus dioptimalkn. Jangan sampai gagal lagi dengan sebab saat ujian, sedang sakit. Berangkat tanggal 19 karena berbarengan dengan teman, terapis juga yang mengambil ujikom herbal. Selain supaya ada teman di perjalanan dengan kondisi badan yang kurang fit, juga menyiapkan waktu istirahat dan mengulang-ulang bahan uji yang lumayan banyak, agar perjuangan ini tidak sia-sia.

2. Silaturahim ke tempat kakak yang sudah sepuluh tahun domisili di Jogja dan kebetulan Mamak sedang ada di sana karena awal bulan Juni akan berangkat umroh bersama kakak. Sowan! Kata orang Jogja.

3. Beberapa teman fb ada yang domisili di sana. Memang ada semacam niat, kemanapun pergi, diusahakan menambah saudara. Selama ini kita banyak teman di dunia maya, mungkin lebih banyak dari teman nyata yang pernah dijumpai. Ini kesempatan me-NYATA-kan teman MAYA, seperti beberapa kesempatan beprgian sebelumnya, silaturahim yang sangat dianjurkan.

Bagaimana realisasinya?

Alhamdulillah wa syukurillah, berkat doa keluarga yang khawatir melepas karena kondisi badan kurang fit dan doa saudara dan para sahabat yang dipamiti, bisa dikatakan perjalanan ini mencapai hasil sesuai yang diharap dan direncanakan.

Ujian sertifikasi lulus, silaturahim ke keluarga kakak terwujud, bertemu dan sowan mamak terlaksana, juga bertemu dengan teman fb yang sama-sama suka menulis dan ingin menebar manfaat dengan karya-karya tulis.

Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan dalam masa 5 hari di Jogja, misalnya ke tempat-tempat wisata budaya dan alam yang memang sudah termasyhur. Tapi ternyata nggak semudah itu mewujudkannya. Kakak dan istri yang keduanya anggota AURI, tentu tidak bisa meninggalkan jam kerja sekedar mengantarkan saya melancong. Ada keponakan juga padat kegiatan.

Mau jalan sendiri?

Sudah mencoba! Awalnya bawa motor mengikuti keponakan yang juga bawa motor sendiri, melihat lokasi ujian, mengenali rute. Rencananya, saat ujian tidak ingin merepotkan, bisampergi sendiri.

Apa yang terjadi?

Perjalanan dari Blok O, Janti menuju Hotel Cakra Kembang di jln. Kaliurang berhasil dilakukan, bahmn saat pulang bisa sendiri dengan rute yang berbeda saat berangkat, walau ada kesasar. Tapi nggak seru kalau jalan di tempat baru nggak ada acara kesasar, ha ha. Hmm, malam harinya badan terasa meriang, perut kembung, dll.
Sepanjang malam sibuk mempertimbangkan masalah keberangkatan. Akhirnya, dengan rasa tak enak hati, minta tolong kakak mengantarkan ke lokasi dengan mobil, nggak kuat rasanya badan kena angin kalau bawa motor sendiri.

Its oke, kakak nggak keberatan, atur strategi lagi. Kebagian kakak ipar yang bisa terlambat ke kantor, mengantarkan saya dulu, dengan wanti-wanti, pulangnya naik taksi saja, karena tidak tahu selesainya jam berapa. Alhamdulillah, bagimana pulangnya, urusan belakang, yang penting tidak terlambat sampai lokasi.

Selama ujian saya berkali-kali izin ke toilet untuk buang air kecil. Badan meriang lagi, mungkin karena ruangan ac, walaupun sudah diatur tidak terlalu dingin. Biasanya saya tidak banyak minum, tapi mengingat badan banyak mengeluarkn cairan dalam upaya mengatasi demam, maka saya harus membantunya dengan banyak minum, sampai-sampai minta tambah pada panitia.

Alhamdulillah, jam lima sore ujian selesai dengan hasil yang langsung diumumkan. Ujian tulis, wawancara dan praktek.

Huft! Seakan beban rontok dari punggung, legaaaaa!

Tujuan lain pun tercapai, sampai di kediaman kakak. Abi, Hilmy, Hany sudah pernah ke sana sendiri-sendiri, Alhamdulillah saya disambut dengan gembira. Siapa sih yang tidak senang didatangi saudara?

Sempat memijat Mamak, tapi beliau sedang tidak mau diakupunktur, pengen dipijat saja, katanya.

Beberapa teman yang di Jogja meminta maaf, karena beberapa amanah sehingga tidak bisa tatap muka. Its oke, sambutan lewat inbox, wa dan sms pun sangat saya syukuri, itu salah satu bentuk perhatian dan silaturahim, semoga diganjar balasan kebaikan oleh Allah. Setidaknya ada seorang teman dan keluarganya yang merelakan waktunya untuk silaturahim, berkunjung ke rumah kakak di mana saya menginap. Obrolan yang tidak lebih dari 2 jam itu semakin mempererat persahabatan, banyak kesamaan dalam visi misi kehidupan kami ke depan.

Benarlah kalau Allah memerintahkan kita melakukan perjalanan, agar kita bisa membaca ayat-ayat-Nya yang tersirat dari apa yang kita lihat, dengar dan pikirkan. Kalau saja mau, perjalanan seminggu itu bisa menghasilkan berlembar-lembar karya tulis dengan berbagai tema. Kalau saja...

Sunday, May 22, 2016

Laporan

"Mi, kata Husna, di keluarga ini yang paling banyak duitnya, Umi ya. Terasa banget kalau Umi nggak ada," Hany laporan pagi lewat WA.

Ha ha ha, wonten-wonten mawon!

Begini, deh kalau menejernya nggak di tempat. Hp, sms, wa, messenger suami, anak, mantu, aktif semua.

Jarak jauh, tapi semua bisa dipantau, kalau mau.

Tapi, yaaa, tetap saja kangen!

"Umi, Harish nggak mau sekolah," laporan berikutnya.

"Bilangin, kalau sehat Harish sekolah, Umi sudah beliin oleh-oleh."

Kangen tatapannya, sentuhannya, celotehnya, keisengannya.

Sabar, ya sayang.

Dumay ke Dunyat

Kadang dunia maya menimbulkan banyak persoalan, tapi tak jarang banyak memberikan manfaat.

Kalau tidak lewat dumay, apakah teman akan sebanyak seperti sekarang? Wah! Rasanya sulit terwujud.

Bagaimana caranya bisa kenal dengan orang yang tidak ada hubungan keluarga, bukan seprofesi, tinggal beda pulau?

Tapi dumay mengenalkan yang asing, mendekatkan yang jauh, mempertemukan yang terpisah.

Berawal dari kepentingannyang sama bergabung di Komunitas Bisa Menulis, kami saling kenal, saling sapa di kolom komentar, lanjut inbox, hingga menemukan banyak kesamaan dari sisi pemikiran.

Alhamdulillah, dengan izin Allah, kami dipertemukan.

Senang, haru, bahagia melingkupi pertemuan kami siang tadi. Obrolan tidak keluar dari tema yang sering kita bahas di dumay, kehidupan, kepenulisan, parenting, dll.

Syukron untuk suami Mbak Kayla Mubaro (ups! Maaf, tadi belum menanyakn namanya) beserta dua jagoan kecilnya, yang telah  mengantarkan dan membiarkan kami mengobrol.

Kenangan indah ini sayang kalau tidak diabadikan, semoga berkenan fotonya disertakan.

Saturday, May 21, 2016

Sehat Sehat Sehat

Alhamdulillah, bahagianya ketemu Mamak dalam kondisi sehat.

Salah satu agenda ke Jogja adalah menjenguk Mamak, yang sedang ada di tempat kakak. Sambil merasakan sensasi mudik yang biasanya dilakukan kakak dan keluarga, Jogja-Lampung. Biasanya, sebulan-dua bulan kangen mamak, langsung saja menyempatkan menemui mamak, Bandarlampung-Metro, satu jam perjalanan dengan motor.

Mohon dibantu doa, rencana Mamak akan berangkat umroh tanggal 4 Juni 2016. Semoga diberi kekuatan dan kesehatan, di usianya yang ke 86 tahun. Sebenarnya sudah ditawari menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu, tapi enggan karena sendirian. Mendadak, saat ditawari umroh, langsung mau karena bersama kakak dan istrinya.

Secara hitungan manusia, memang mengkhawatirkan. Usia sudah tak lagi muda, penglihatan banyak berkurang, pendengaran tinggal sedikit. Naik mobil ber ac, tersiksa.

"Gimana nanti di pesawat, Mak, 9 jam lho, pakai ac?"

"Kalau Allah mengizinkan berangkat, insyaallah akan diberi kekuatan," jawabnya mantap.

Hayooo, siapa yang mau membantah 😃😃😃.

Alhamdulillah, jawaban Mamak menghilangkan keraguan kami.

Bismillah! Bersama Allah, tak ada yang mustahil.

Mungkin beda antara haji dan umroh, tapi biarlah, nilai ibadah menjadi urusan Allah. Saat kita melaksanakannya dengan kesungguhan dan tawakal, ibadah semata wujud ketaatan pada-Nya, Allah Maha Kaya untuk memberikan balasan terbaik.

Barokallah, Mamakku sayang. Doa-doa Mamak sangat kami harapkan.

Friday, May 20, 2016

Menjalani Dengan Tenang

Rabu dari pagi sore, Umi terkapar tidak bisa bangun dari tempat tidur kecuali untuk sholat, sampai-sampai tidak bisa menemani ibu-ibu pengajian dengan tausiyah. Padahal tiket bis ke Jogja sudah dipesan oleh teman.

"Piye iki? Aku tepar?" Umi wa ke beliau, khawatir tak sesuai rencana.

"Semoga cepat sehat, kalau jadi berangkat, tolong kabari."

"Keputusannya besok pagi, semoga kuat, trims doanya."

***
Pagi harinya.

"Gimana, Bi?"

"Umi yang bisa ngukur kekuatan badan."

Haish! Jawaban Abi, isyarat tidak bertanggung jawab sepenuhnya 😃😃😃.

"Bismillah! Berangkat!" mantap banget Umi memutuskan.

Apakah karena saya yakin kuat?

Tidak juga, tapi dengan segala pertimbangan dan harapan, Allah memudahkan segala urusan.
***

Harish pulang sekolah di antar bu guru, badannya hangat.

"Umi, Harish takut meninggal."

Apa lagi ini? Membuat hati sedikit goyah.

"Semua kita juga akan meninggal, insyaallah Harish nggak meninggal sekarang, aamiin."

Umi peluk Harish, tak dapat ditahan, titik air mata menyembul satu-satu, tapi segera dialihkan.

"Bismillah, Umi meninggalnya kalau sudah kayak Mbah, ya?" Harish meneruskan celotehnya.  Ya Allah, apa ini bentuk kekhawatirannya?

"Insyaallah Umi dipanjangkan umur seperti Mbah."

Aih! Harish bikin hati terharu.

*** 
Abi dan anak-anak, kelihatan khawatir, tapi semua bergerak cepat menyiapkan bawaan Umi.

Abi yang sudah pengalaman perjalanan jauh  dengan bis, banyak banget wanti-wantinya. Bawa selimut! Idih! Ogah!  Bawa jaket dua, topi untuk menahan ac, juga masker.

Yaaaah, begini deh, kalau pergi nggak didampingi terapis pribadi. Belum lagi persiapan herbalnya, ada berapa macam. Ck ck ck.

Alhamdulillah, sampai tujuan dengan selamat dan sehat. Walaupun bolak-balik sepanjang jaln di sms, wa, telpon, menanyakan kondisi kesehatan Umi. Belum lagi anak, baru berapa menit sudah sms, kangen.

Ha ha ha, gini deh, kalau Umi yang pergi.

Heran! Biasanya, kondisi seperti kemarin, paling nggak dua tiga hari baru pulih, Alhamdulillah, dengan menata dan menenangkan hati juga dibantu doa orang-orang yang menyayangi, Allah beri kemudahan selama perjalanan. Semoga terus dimudahkan dalam menyelesaikan segala urusan, aamiin.